Bacaan Doa Niat Puasa Dan Tata Cara Sholat

Keutamaan Niat Puasa Sebelum Idul Adha 2019 Arafah, Tarwiyah 10 Hari Pertama Dan Kedua

Keutamaan Niat Puasa Sebelum Idul Adha 2019 Arafah, Tarwiyah 10 Hari Pertama Dan Kedua - Pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah sebelum tiba hari raya idul adha merupakan waktu baik yang memiliki keutamaan ibadah, di mana amalan yang di kerjakan pada hari-hari tersebut memiliki nilai lebih di banding pada umumnya terutama adanya perintah pelaksanaan puasa sunnah arafah tarwiyah pada tanggal 8 dan 9 dzulhijjah yang di peruntukan bagi mereka yang tidak sedang beribadah haji.

Selain puasa pada bulan ramadhan, puasa arafah dan tarwiyah juga cukup populer di kalangan masyarakat, bahkan hampir sebagian besar umat islam yang tidak sedang mengerjakan ibadah haji tidak pernah meninggalkan kedua puasa ini, karena memang memiliki keutamaan yang luar biasa, bahkan kesunnahannya lebih di anjurkan. Sehingga dengan begitu bagi anda yang ingin mendapatkan keunggulan dari bulan dzulhijjah jangan pernah meninggalnya dengan di awali niat puasa arafah untuk mengerjakan puasa ini.

Akan tetapi peru di ketahui bahwa puasa sebelum idul adha tidak hanya di sunnahkan pada tanggal 8 dan 9 saja, tetapi juga di anjurkan mulai dari tanggal 1 dzulhijjah, jadi yang di maksud dengan puasa sebelum idul adha bisa di laksanakan sebanyak 9 hari pertama karena pada tanggal 10 nya di haramkan berpuasa karena waktu tersebut adalah hari raya idul adha, sebagaimana telah di tetapkan dalam syariat bahwa pada kedua hari raya termasuk waktu yang di larang berpuasa.

Keutamaan Niat Puasa Sebelum Idul Adha 2019 Arafah, Tarwiyah 10 Hari Pertama Dan Kedua

Apabila memang umat islam merasa keberatan atau tidak memungkinkan mengerjakan puasa selama 9 hari, maka usahakan berpuasa 2 hari saja yaitu arafah dan tarwiyah, karena sayang rasanya apabila kedua dari puasa ini di tinggalkan begitu saja, apalagi apabila melihat dari sisi keutamaannya sebagaimana yang di jelaskan dalam sebuah hadits bahwa untuk puasa arafah bernilai mampu menghapuskan dosa selama setahun yang lalu, sementara untuk bacaan niat puasa sebelum idul adha langsung simak di bawah ini dengan baik.

Niat Puasa Sebelum Idul Adha

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta'aala

Artinya : Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala

Pada tulisan ini kami hanya lebih fokus menyajikan niat puasa idul adha saja, sedangkan apabila membutuhkan untukk puasa tanggal 8 dan 9 nya silahkan cari pada pembahasan sebelumnya karena sudah dengan lengkap kami sajikan. Sekarang anda para pembaca tinggal mempelajari semua yang berkaitan dengan lafadz niat puasa sebelum idul adha 2019 arafah, tarwiyah 10 hari pertama dan kedua berapa keutamaan kapan wajib atau sunnah dan lain sebagainya.

Hari Raya Lebaran Idul Adha 2019 1440 H Jatuh Pada Tanggal Berapa Hijriah?

Dalam menyikapi ketentuan jatuhnya tanggal hari raya idul adha, pihak kemenag kementrian agama indonesia yang di dukung oleh para kiyai dari berbagai ormas keagamaan serta para ahli khusus di bidangnya, akan langsung turun ke lapangan guna melihat perkembangan hilal sehari sebelum bulan dzulhijjah, yang kemudian nanti hasilnya akan di umumkan kepada masyarakat melalui sidang isbat yang di siarkan langsung lewat berbagai chanel televisi serta media sosial pada tanggal 1 dzulhijjah.

Memang dalam menentukan datangnya hari raya idul adha berbeda dengan idul fitri di mana pada hari raya idul fitri pemerintah atau pihak kemenag tidak bisa menentukan jatuhnya hari lebaran dari awal bulan, melainkan sehari sebelum hari raya itu datang. Berbeda dengan idul adha yang sudah bisa di ketahui sejak awal hari apa dan kapan serta bulan apa akan jatuhnya. Yang membedakannya yaitu karena idul fitri berada di awal bulan sedang idul adha berada di pertengahan yaitu pada tanggal 10 dzulhijjah sehingga cukup menentukan tanggal 1 saja.

Bahkan dengan adanya penentuan idul adha sejak tanggal awal, justru memberi keuntungan bagi umat islam yang ingin mengisi awal bulan dzulhijjah dengan berbagai amalan sunnah misalnya puasa arafah pada tanggal 9 dan tarwiyah pada tanggal 8 nya. Sebagai mana telah di ketahui bersama bahwa 10 hari pertama bulan dzulhijjah sebelum idul adha, menjadi hari-hari yang penuh dengan keunggulan apabila di jadikan sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah sunnah bahkan selain dari puasa hari arafah dan tarwiyah.

Hari Raya Lebaran Haji Idul Adha Jatuh Pada Tanggal Bulan Apa

Kembali pada pokok pembahasan judul, apabila melihat dari sisi kalender hijriyah yang sudah banyak beredar di masyarakat, maka Lebaran Haji Idul Adha 10 Dzulhijjah 1440 h untuk Tahun 2019 Jatuh Pada tanggal 11 Agustus Hari Minggu. Namun kendati demikian seperti pada pembahasan di atas, alangkah baiknya jika menunggu terlebih dahulu bagaimana dan kapan idul adha di laksanakan sesuai kabar dari pihak kemenag.

Keluar dari hasil rukyatul hilal yang di lakukan puhak kemenag, maka tidak menutup kemungkinan jika dari sebagian golongan umat islam ada yang menentukan tanggal jatuhnya idul adha dengan cara hisab atau perhitungan. Maka dari itu jangan heran dan tidak perlu gaduh apabila terjadi perbedaan sebab masing-masing pihak memiliki dasar hukum yang kuat. Tapi alangkah baiknya jika kita mengikuti pihak kementrian agama indonesia saja.

Itulah sedikit dari informasi idul adha 2019 mudah-mudahan bermanfaat khusunya bagi masyarakat yang merasa penasaran ingin mengetahui kapan atau hari apa leran tersebut akan di laksanakan. Jangan hanya berhenti sampai di sini saja silahkan cari juga semua info yang berhubungan dengan hari raya lebaran haji idul adha 2019 jatuh pada tanggal bulan apa pengertian indonesia kalender dzulhijjah muhammadiyah, nu, eid ul date, india, uk, uea, kuwait, qatar dan yang lainnya.

Teks Khutbah Idul Adha 2019 1440 H Singkat Terbaru Tentang Qurban

Teks Khutbah Idul Adha 2019 1440 H Singkat Terbaru Tentang Qurban - Rangkuman dari tata cara sholat sunnah idul adha secara ringkas pada dasarnya tidak jauh begitu berbeda yaitu di awali oleh niat dan di tutup salam. Tetapi jika di lihat dari segi keseluruhan pelaksanaan sholat hari raya ini berbeda bahkan dengan jum'at sekalipun yaitu pada sholat ied khutbah berada di akhir sedangkan pada jum'at berada di awal, baik itu khutbah pertama atau kedua, bahkan termasuk juga dalam bacaan-bacaan di dalamnya.

Sedangkan dari segi rukun antara khutbah idul adha ini tidak jauh berbeda dengan jum'at yaitu ada lima seperti menyampaikan pesan atau wasiat, mengucap hamdalah, membaca ayat Al-Quran dan berdoa mohon ampunan untuk umat Islam, bershalawat kepada nabi Muhammad SAW. serta rukun rukun tersebut harus benar-benar terpenuhi secara bena, karena apabil salah satunya tertinggal di pastikan khutbah nya tidak sah..

Ada pun dari segi tema atau judul yang harus di ambil oleh khatib atau orang yang khutbah alangkah baiknya jika membahas hal-hal yang berkaitan dengan keadaan misalnya qurban, ibadah haji atau bisa juga berhubungan dengan niat puas idul adha dan keutamaannya. Tujuan agar terdengar tertib dan bisa mudah di tangkap oleh para jamaah yang mendengarnya.

Teks Khutbah Idul Adha 2019 1440 H Singkat Terbaru Tentang Qurban

Untuk itu bagi anda yang sedang mencari contoh teks khutbah idul adha bisa langsung simak di bawah ini, karena kami sengaja menulis agar bis memudahkan pelaksanaannya sehingga tidak perlu mencari sumber lain. Silahkan ambil dan manfaatkan sebaik mungkin, mohon maaf apabila kurang begitu detail pembahasannya.

Khutbah Pertama Idul Adha

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3)اللهُ اَكبَرْ (×3
اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ
اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Merupakan suatu hal yang patut syukuri, sebab di pagi hari yang cerah ini alhamdulillah kita semua masih di beri kesempatan untuk bisa merasakan dan berkumpul di hari yang agung ini untuk melaksanakan shalat ied idul adha, Baru saja kita melaksanakan ruku, sujud serta bacaan-bacaan takbir dan tahmid, semga saja semua itu menjadi bukti dari ketaqwaan kita kepadaallah swt, serta Takbir yang kita ucapkan barusan bukanlah hanya sekedar gerak bibir semata tetapi merupakan pengakuan dalam hati akan keagungan dan kebesaran allah swt.

اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكبَرْ

Hadirin yang di muliakan allah

Perlu kita ketahui bahwasanya ibadah haji merupakan kesatuan dengan qurban dan shalat idul adha yang mana pengerjaan dari ketiganya tersebut merupaka dari kesatuan ibadah kepada allah swt serta menjadi bukti dari syiar, kekuatan dan dakwah umat islam. sebagai mana allah swt telah berfirman dalam salah satu ayatnya :

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-'umrah, Maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Baqarah 158).

Yang di maksud dengan syiar allah di sini yaitu ciri-ciri atau tempat-tempat untuk melaksanakan ibadah kepada allah swt atau semua unrusan yang berhubungan dengan agama misalnya sja thawaf (berjalan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali), sa’i (berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Shafwa dengan bukit Marwah), adzan (panggilan untuk shalat jamaah), dan lain-lain.

Sedangkan syiar-syiar allah yang berhubungan dengan ibadah haji yaitu seluruh proses dalam pelaksanaan ibadah haji seperti misalnya dimulai dengan mengenakan pakaian ihram dan berjalan dari miqat, bermalam di Mina pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), wukuf di padang Arafah (9 Dzulhijjah), bermalam di Muzdalifah (malam 10 Dzul Hijjah), lalu melempar Jumrah sebagai simbolisasi melempar syetan di Mina (10, 11, 12 Dzulhijjah), melaksanakan tahalul (dengan memotong/mencukur rambut), serta thawaf wada’ sebagai perpisahan. Termasuk di antara syiar haji adalah menyebut-nyebut asma Allah SWT dalam menyembelih korban serta memakannya dan membaginya kepada fakir miskin sebagaimana firman Allah Swt:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir (QS. Al Hajj 28).

اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكبَرْ

Hadirin yang di muliakan allah

Ibadah Haji merupakan prosesi ibadah yang telah menyatukan sikap dan kalimat setiap jamaah yang datang dari latar belakang beragam. mulai dari bangsanya, bahasa, warna kulit, jabatan, dan status sosial hingga kedudukannya, dengan pakaian ihram yang sama, serentak mereka mendeklarasikan sikap dan tindakan mereka memenuhi panggilan Allah SWT.: Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syarika laka…(Kupenuhi panggilan-Mu ya Allah, Kupenuhi panggilan-Mu, kupenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kupenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu)…

Kalimat tersebut secara serentak dan bersamaan terus di kumandangkan tiada henti, Sungguh sangat dahsyat dan mampu membuat merinding orang yang mendengarnya, kalimat yang sama di di bacakan secara bersamaan oleh jutaan orang dari berbagai penjuru dunia, maka dari itu ibadah haji menjadi sebuah momentum bersatnya kekuatan islam terbesar seelah jihad fi sabilillah. sebagai mana dalam firmannya :

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati
(QS. Al Hajj 32).

اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكبَرْ

Hadirin yang di muliakan allah

Adapun qurban ini yaitu suatu peribadahan yang begitu diunggulkan pada hari raya Idul Adha. Idul Adha sendiri maknanya adalah, kembali berkurban, yakni menyembelih kambing, sapi, atau unta, dengan syarat-syarat tertentu setelah sholat Iedul Adha. Diriwayatkan dari 'Aisyah Ra. ia berkata, bahwa Nabi Saw bersabda: "Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak di hari Kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya sebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan pahala qurban itu." (HR. Tirmidzi, no: 1413)

Oleh karena itu, setiap muslim yang mampu sangat dianjurkan berkurban. Kepada yang enggan berkurban padahal mampu, Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berqurban, tapi ia tidak mau berqurban, maka janganlah ia dekat-dekat di musholla (tempat shalat) kami." (HR. Ahmad).

Di zaman Nabi Saw musholla adalah lapangan yang khusus hanya untuk sholat Iedul Fitri dan Iedul Adha. Begitu perhatian Nabi saw. kepada syiar dan dakwah Islam hingga beliau Saw. memerintahkan seluruh kaum muslimin, tua muda, pria dan wanita agar hadir mengikuti sholat atau bahkan sekedar mendengarkan khutbah.Bahkan wanita yang sedang haid pun diperintahkan untuk hadir di lapangan. Yang tidak punya jilbab agar dipinjami untuk bisa hadir. Beliau Saw memerintahkan agar umat Islam mengambil jalan berbeda antara datang ke tempat sholat dengan pulangnya seraya mengumandangkan takbir. Bahkan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid itu diminta terus dikumandangkan selama empat hari sampai akhir hari tasyriq tanggal 13 Dzulhijjah. Demikian juga menyembelih kurban dengan mengucapkan “Bismillahi Allahu Akbar!” dan memakan dagingnya bersama keluarga dan sahabat serta membagikan kepada fakir miskin pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah adalah syi’ar dan kegembiraan untuk mengagungkan asma Allah yang sangat bernilai bagi persatuan dan kesatuan umat serta da’wah Islam.

اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكبَرْ

Hadirin yang di muliakan allah

Dan di akhir kata marilah kita memohon kepada Allah Swt agar ibadah para jamaah haji diterima, sebagai haji mabrur. Semoga sepulang mereka ke tanah air masing-masing menjadi pelopor kebenaran dan kebajikan. Semoga kita yang ada di tanah air, diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam, dengan tetap berpegang teguh kepada tali agama Allah (QS. Ali Imran 103), membesarkan syi’ar-Nya, memperkuat da’wah kepada-Nya, memberdayakan ilmunya para ulama, hartanya para aghniya, dan doanya para dhuafa, agar mampu berjuang menegakkan syariat Allah Swt di bumi Indonesia tercinta ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA :

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتَكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Silahkan jadikan panduan contoh khutbah idul adha singkat padat terbaik terbaru 2019 1440 H tentang ibadah haji dan hikmah berqurban pendidikan persatuan dan kepemimpinan dan nabi ibrahim. semoga saja bermanfaat serta bisa menjadi sebuah motivasi yang sangat baik untuk para pembaca semuanya, sekian dan terima kasih.

Kumpulan Khutbah Idul Fitri 2020 Terbaik Contoh Materi Yang Menyentuh Hati

Kumpulan Khutbah Idul Fitri 2020 Terbaik Contoh Materi Yang Menyentuh Hati - Diantara salah satu pembeda antara sholat idul fitri dan yang lainnya adalah adanya khutbah yang di lakukan sesudah selesai melaksanakan sholat ied hari raya. Dan pembeda ini juga menjadi bukti bahwa sholat hari raya lebih di unggulkan di banding sholat sunnah lainnya.

Bagi seseorang yang diberikan tugas untuk membawakan khutbah idul fitri baik dia sorang ustadz atau kiyai, memiliki pengetahuan lebih dari yang mendengarkan menjadi suatu tuntutan yang benar-benar harus di kuasai baik itu materi isi khutbah yang akan di bawakan meliputi pembahasan dalil hadits qur'annya hingga harus pandai berbicara sehingga pembawaan isi khutbah bisa di terima dengan mudah olah para jamaah sebagai pendengar.

Jika yang membawakan khutbah idul fitri seorang ustadz atau kiayi, sudah tidak perlu lagi di ragukan tentang keilmuannya baik itu dalam menyampaikan isi hadits atau ayat al-qur'annya. Namun di sisi lain terkadang di antaranya yang susah mencari rujukan materi pembahasan yang harus di sampaikan dan bagaimana tata cara bahasa yang akan di sampaikan agar bisa sesuai dengan keadaan dan kondisi seperti halnya pada khutbah jumat dan khutbah yang lainnya.

Kumpulan Khutbah Idul Fitri 2020 Terbaik Contoh Materi Yang Menyentuh Hati

Nah oleh sebab itulah, kami mencoba memberikan sebuah contoh materi pembahasan untuk khutbah idul fitri yang bisa di jadikan sebagai panduan terbaik. Meski pada dasarnya kami juga tidak begitu mahir dalam merangkai bahasa untuk penyampaian khutbah agar orang yang mendengarkan bisa merasa sedih terbawa suasana pembahasan sehingga masuk pada tiap hati para pendengar, semoga saja khutbah idul fitri singkat ini dapat membantu kalian semua.

Contoh Khutbah Ke 1 Idul Fitri

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ صَائِمٌ وَاَفْطَرْ اللهُ اَكْبَرْكُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَاَمْطَرْ وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَاَزْهَرْوَكُلَّمَا اَطْعَمَ قَانِعُ اْلمُعْتَرْ. اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ. اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اللهُ اَكْبَرْ. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah

Alhamdulillah, setelah melalui perjuangan yang berat dan tantangan yang tidak ringan, akhirnya sampailah kita pada hari yang dinanti-nantikan, hari kemenangan, idul fitri yang penuh berkah ini. Kita berdoa semoga puasa kita, shalat kita, rukuk dan sujud kita, serta doa-doa kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim. Sungguh suasana hari ini adalah suasana yang dirindukan semua orang. Semua kaum muslimin berpakaian rapih dan bersih, berbondong-bondong melaksanakan ibadah. Sebagian ke masjid, sebagian yang lain ke lapangan. Tidak ada masalah. Mereka saling bertegur sapa sambil mengembangkan senyum terbaiknya.

Suasana idul fitri tahun ini semakin semarak dan damai karena seluruh umat islam Indonesia merayakan idul fitri di hari yang sama. Kita doakan, mudah-mudahan tahun depan dan seterusnya, kaum muslimin, terutama para tokoh dan ulama bersepakat untuk menyatukan kalender hijriyah sehingga tidak ada lagi sekelompok muslim merayakan hari raya, sementara yang lain masih berpuasa. Sungguh pemandangan ini tidak lucu dan sangat memalukan. Orang lain sudah sampai ke bulan, sementara kita sekadar melihat bulan saja berkelahi habis-habisan dan berselisih paham.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah

Ketahuilah bahwa tujuan semua ibadah, mulai dari shalat, zakat, puasa, dan haji adalah lahirnya orang-orang yang bertaqwa, la-allakum tat-taquun. Puasa ramadhan, termasuk seluruh rangkaian ibadah yang ada di dalamnya, baik berupa shiyam di siang hari dan qiyam di malam hari adalah la-allakum tat-taquun. Pertanyaannya, apakah target dan tujuan itu telah tercapai? Sudahkan hari ini kita betul-betul menjadi orang yang bertaqwa? Sesungguhnya salah satu sifat yang menonjol bagi orang-orang betaqwa adalah senantiasa bersegera dalam meraih janji-janji dan ampunan Allah Subhanahu Wata'ala.

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾

Artinya : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhan-Mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Ali Imran: 133).

Sangat mengagumkan, sekaligus membanggakan hati saat kita menyaksikan kaum muslimin begitu antusias dan bersemangat memenangkan perlombaan menuju maghfirah dan surga-Nya. Kita melihat di bulan Ramadhan, masjid-masjid dan mushalla-mushalla selalu penuh dengan jamaah, baik yang hendak menjalankan shalat maupun pengajian. Masjid dan mushalla menjadi pusat perlombaan menuju ampunan Allah dan surga-Nya, Pemandangan yang indah ini akan menjadi sempurna jika setelah Ramadhan masih dipertahankan. Alangkah indah dan membanggakannya, melihat kaum muslimin selama Ramadhan, telah menjadikan masjid sebagai pusat perlombaan ibadah, pusat beramal sholeh dan pusat persatuan ummat. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa selama Ramadhan, masjid telah menjadi pusat peradaban bagi orang-orang beriman dan bertaqwa.

Melalui mimbar yang mulia ini kami bertanya, maukah bapak-bapak, para jamaah shalat idul fitri, selepas Ramadhan, pada hari-hari di bulan Syawal dan seterusnya tetap memakmurkan masjid? Siapkah bapak-bapak menjadi pelopor untuk memakmurkan kembali masjid-masjid dan mushalla di lingkungan kita? Bersediakah para orangtua, bapak dan ibu menggiring anak- anaknya ke masjid sebagaimana mereka ke sekolah? Selanjutnya kepada ibu-ibu, bersediakan mengingatkan para suami agar melaksanakan shalat berjamaah di masjid? Maukah mendorong para suami untuk memakmurkan masjid sebagaimana ibu-ibu mendorong para suaminya pergi ke kantor atau tempat kerja?

Biasanya, para isteri menyiapkan sarapan dan seluruh peralatan kerja sebelum melepas para suami ke kantor, apakah hal yang sama juga ibu lakukan saat melepas suami ke masjid? Ketahuilah bahwa masjid bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa tidak kalah pentingnya dari kantor dan tempat kerja. Kebutuhan orang beriman kepada masjid itu ibarat ikan kepada air. Tanpa air ikan itu akan segera mati. Demikian juga orang yang beriman, tanpa masjid iman mereka akan layu, dan lama-lama akan mati. Tempat yang paling baik untuk memelihara iman adalah masjid. Tempat yang paling baik untuk mengembangkan peradaban islam adalah masjid. Tempat yang paling ideal untuk bapak-bapak dan anak-anak adalah masjid.

Mudah-mudahan melalui jamaah ’Idul Fitri’ yang hadir di tempat yang berkah ini, kita dapat menjadi pelopor untuk menghidupkan kembali masjid-masjid yang ada sebagai pusat peradaban ummat islam. Sehingga potensi sumber daya manusia serta sumber daya alam yang di miliki ummat islam saat ini dapat ditingkatkan mutu dan kuwalitasnya sehingga dapat berdaya guna baik untuk masyarakat, bangsa maupun agama. Selanjutnya, agar kita bisa memahami sejauh mana ’Urgensi Masjid’ sebagai pusat peradaban bagi orang-orang beriman dan bertaqwa, maka ada baiknya jika kita kembali melihat firman Allah Subhanahu Wata'ala sebagai berikut;

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً ﴿١٨﴾

Artinya;“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah Ta’alaa, Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping Allah Ta’alaa.” (Al-Jin:18).

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah

Masjid berasal dari kata sajada - yasjudu - sujudan wa masjidan, yang artinya patuh, taat, dan tunduk dengan penuh hormat dan tadzim. Maka urgensi masjid adalah merupakan tempat sujud beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala semata. Masjid memiliki fungsi yang sangat strategis untuk mewujudkan visi dan cita-cita besar ummat Islam yaitu membangun peradaban Islam. Sejarah telah telah mencatat bahwa Masjid pada masa Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam yang kita kenal dengan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, merupakan simbol dan karya monumental dari kurun terbaik manusia. Allah Subhanahu Wata'ala memberikan predikat kepada generasi terbaik ini sebagai khoirah ummah, ummat terbaik, sebagaimana firman-Nya:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ
وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ
وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿١١٠﴾

Artinya; “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali-Imran: 110).

Membangun peradaban adalah membangun manusia yang beradab. Untuk melahirkan orang-orang yang beradab, kita harus kembali ke tempat yang paling suci dan beradab pula yaitu masjid. Di tempat yang suci inilah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dahulu melakukan tarbiyah dan ta’dib. Itulah pula sebabnya, kenapa beliau segera membangun masjid Quba sebelum membangun masjid Nabawi di Madinah, padahal di Quba beliau hanya mampir sebentar. Itulah rahasianya, mengapa beliau membangun masjid Nabawi terlebih dahulu sebelum membangun rumah tinggalnya sendiri. Masjid Quba sebagai masjid pertama yang dibangun Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam memang sangat sederhana, demikian juga masjid Nabawi. Akan tetapi fungsi masjid saat itu sangat sentral, menjadi urat nadi kehidupan kaum muslimin. Di tempat yang sederhana tersebut Rasulullah dan para sahabat beribadah dan bermuamalah. Di tempat yang sederhana itu pula ummat islam dipersatukan dalam ukhuwwah Islam yang solid dan kuat.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd, Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah

Kalau kita memperhatikan secara seksama aktifitas kaum muslimin di bulan Ramadhan, maka menjadikan masjid sebagai pusat peradaban islam itu mudah. Asal mau, itu tidak sulit. Dalam hal ini ada beberapa langkah yang harus ditempuh. Pertama-tama, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan intelektual. Selama Ramadhan sangat mudah dijumpai kaum muslimin sangat tekun membaca dan belajar, baik melalui membaca al-Qur’an, membaca buku, maupun mendengarkan ceramah dan kajian. Kebiasaan tersebut menggambarkan bahwa mayoritas ummat ini memiliki pemahaman yang baik terhadap perintah Allah Subhanahu Wata'ala dalam surah al-Alaq ayat 1 yaitu;

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾

Artinya : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”. (Al ‘Alaq: 1)

Ayat yang mulia ini merupakan perintah membaca yang sekaligus kewajiban untuk menuntut ilmu. Kewajiban ini mengandung konsekuwensi, terutama bagi orang-orang yang mendapatkan amanah sebagai takmir agar menjadikan masjid sebagai madrasah umat. Yang paling sederhana, warga sekitar masjid harus bebas dari buta huruf al-Qur’an. Jangan biarkan satupun anak muslim di sekitar masjid yang tidak bisa membaca al-Qur’an. Datangi, data, dan ajak mereka mengaji. Kalau seseorang sudah belajar al-Qur’an, pelajaran yang lain akan menjadi mudah. Allah Subhanahu Wata'ala akan menambahkan kecerdasan orang- orang yang belajar Al-Qur’an.

Kedua, menjadikan masjid sebagai tempat memberdayakan spiritual dan perbaikan moral. Masjid harus memberikan rasa aman dan nyaman untuk melakukan peribadatan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Menjadikan masjid sebagai tempat yang dirindukan, tempat yang menenangkan hati dan pikiran. Masjid sebagai tempat untuk bermuhasabah, instropeksi diri dan berdoa dalam menyelesaikan problematika kehidupan. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ
كَانَ مَشْهُوداً ﴿٧٨﴾وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً
مَّحْمُوداً ﴿٧٩﴾

Artinya; “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al-Israa’:78-79).

Mudah-mudahan melalui ketaatan beribadah serta niat yang ikhlas, kita dapat menegakkan shalat berjamaah serta sholat-sholat sunnah lainnya secara benar, khusyu’ dan penuh kenikmatan, terutama shalat tahajud di setiap akhir malam.

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd

Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah Berikutnya, yang ketiga, hendaknya kita dapat memanfaatkan masjid sebagai pusat persatuan dan kesatuan ummat. Masjid merupakan tempat yang paling kondusif untuk menjaga kemurnian niat, kesucian ajaran Islam, dan pelaksanaan syariah Allah Subhanahu Wata'ala. Masjid seharusnya bebas dari berbagai macam isu dan kepentingan kelompok tertentu yang menyimpang dari tuntunan Qur’an dan Sunnah. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُواۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ
آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ [٣:١٠٣]

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (Ali Imron : 103)

kita simpulkan bahwa permasalahan yang menonjol adalah persoalan sosial ekonomi. Dan karena mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim maka yang paling menderita bahkan menjadi masyarakat marjinal atau pinggiran adalah ummat Islam. Solusinya adalah memaksimalkan potensi ekonomi ummat Islam, terutama melalui pengelolaan dana Zakat, Infaq dan Shadakah atau ZIS serta peningkatan kewirausahaan bersinergi dengan bank syariah, asuransi syariah, dan sebagainya. Masjid-masjid disarankan untuk bersinergi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional atau LAZNAS yang telah mendapatkan ijin resmi dari pemerintah serta telah terbukti mampu bekerja secara profesional dan terpercay, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata'ala.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي
الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ
حَكِيمٌ ﴿٦٠﴾

Artinya; “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah:60).

Terakhir yang Kelima, adalah menjadikan masjid sebagai pusat kepemimpinan ummat Islam. Hal ini sangat penting, agar seluruh aktifitas ummat Islam dapat berjalan sesuai dengan tuntunan yang sebenarnya, yaitu menaati struktur kepemimpinan Islam yang terdapat dalam al- Qur’an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن
تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ
الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً ﴿٥٩﴾

Artinya; “Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisaa’:59).

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah Agar lebih mudah memahami dan melaksanakan kepemimpinan dalam Islam mari kita perhatikan pidato Khalifah pertama Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu, tatkala beliau dilantik menjadi pemimpin setelah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam wafat. Berikut ini adalah petikan pidato Abu Bakar Ash Shiddiq tersebut:

“Amma ba’du, saudaraku sekalian.., sesungguhnya aku telah terpilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik diantara kalian. Jika aku berbuat kebaikan bantulah aku. Dan jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku. Kejujuran adalah amanah, sementara dusta adalah suatu pengkhianatan”.

Dari pidato khalifah yang pertama itu dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan yang perlu ditegakkan adalah pemimpin yang rendah hati. Bukan pemimpin yang sombong dan takabbur. Bukan pemimpin yang berkata kasar dan menyakitkan. Bukan pemimpin yang menggunakan tangan besi dan suka menggusur.

Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu menyatakan bahwa pada hakekatnya pemimpin tidak berbeda daripada rakyat biasa. Ia bukan orang istimewa. Tetapi hanya sekedar orang yang mendapatkan kepercayaan dan dukungan orang banyak. Di atas pundaknya terpikul satu tanggung jawab yang besar dan berat baik terhadap umat, masyarakat pada umumnya, terlebih lagi terhadap Allah Subhanahu Wata'ala. Jujur, amanah, dan berlaku adil dalam memelihara kepercayaan orang banyak adalah salah satu sifat kepemimpinan Islam yang terpenting.

Pemimpin yang baik adalah yang dekat dan dikelilingi oleh orang-orang yang shalih. Pemimpin harus meminta dan memperhatikan nasehat orang-orang shalih. Pemimpin senantiasa mengabdikan dirinya kepada Allah Subhanahu Wata'ala, serta memerintah berdasarkan ketentuan-Nya, kemudian bersabar karena-Nya sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata 'ala:

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ ﴿٢٤﴾

Artinya; “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (As-Sajadaah: 24).

Yang paling penting, jangan sampai ummat Islam menyerahkan kepemimpinannya kepada orang lain. Bagaimana mungkin seorang pemimpin non-muslim dapat melakukan fungsi
yahduna bi amrina?

Demikianlah urgensi masjid sebagai pusat membangun peradaban Islam. Masyarakat Islam harus terus diajak memakmurkan masjid. Ummat harus diajak untuk menegakkan shalat berjamaah di masjid.

Akhirnya, untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita berdo’a, mudah-mudahan Allah Subhanahu Wata'ala menempatkan kita termasuk orang-orang bertaqwa dan menyatukan kita di surga-Nya. Amiiin yaa Rabbal ‘alamin….


جعلنا الله وإياكم من العائدين والفائزين والمقبولين كل عام وأنتم بخير. آمين
بسم الله الرحمن الرحيم، وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وارْحَمء وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
Contoh Khutbah Ke 2 Idul Fitri

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى جَعَلَ اْلأَعْيَادَ بِالأَفْرَاحِ وَالسُّرُوْرِ وَضَاعَفَ لِلْمُتَّقِيْنَ جَزِيْلَ اْلأُجُوْرِ، فَسُبْحَانَ مَنْ حَرَّمَ صَوْمَهُ وَأَوْجَبَ فِطْرَهُ وَحَذَّرَ فِيْهِ مِنَ الْغُرُوْرِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَهُوَ أَحَقُّ مَحْمُوْدٍ وَأَجَلُّ مَشْكُوْرِ. أَشْهَدُ أَنَّ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً يَشْرَحُ اللهُ لَهَا لَنَا الصُّدُوْرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِىْ أَقَامَ مَنَارَ اْلإِسْلاَمِ بَعْدَ الدُّثُوْرِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ صَلاَةً وَسَلاَمًا دَائِمَيْنِ مُتَلاَزِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ وَالنُّشُوْرِ. أَمَّابَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ. فَأَكْثِرُوْا مِنَ الصَّلاَةِ عَلَى النَّبِىِّ الْكَرِيْمِ. وَقَالَ تَعَالَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ؛ إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمٍِ الدِّيْنِ. وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأْ َمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللّٰهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَنَا أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُبْتَدِعَةَ وَالْمَشْرِكِيْنَ، وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ وَاكْفِنَا شَرَّ الْحَاسِدِيْنَ. وَاكْفِنَا شَرَّ مَنْ يُؤْذِيْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ أَرَادَنَا بِالسُّوْءِ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَِلإِِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

اللهُ أَكْبَرُ، عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Bagi siapa saja yang membutuhkan panduan dari isi khutbah idul fitri lengkap, silahkan ambil contoh di atas. Apabila kurang cocok maka bisa mencari lagi pembahasn sama yang masih berhubungan dengan kumpulan khutbah idul fitri 2020 terbaik contoh materi yang menyentuh hati membuat jamaah menangis singkat tentang kematian, zakat fitrah, ramadhan dan lain sebagainya.

Kata Kata Mutiara Ucapan Menjelang Menyambut Bulan Marhaban Ya Ramadhan 2020

Kata Kata Mutiara Ucapan Menjelang Menyambut Bulan Marhaban Ya Ramadhan 2020 - Bulan suci ramadhan selalu datang dengan segala kegembiraan yang di sambut berbagai kemeriahan dari aktivitas yang beragam di lakukan oleh umat muslim. Keberadaannya yang hanya datang satu tahun sekali selalu di jadikan sebuah kesempatan terbaik untuk di isi beragam cara yang jarang di temukan pada bulan lainnya. Tidak hanya sekedar yang berhubungan dengan masalah ibadah atau kewajiban tetapi juga termasuk yang kiranya bisa membuat hati senang setiap orang.

Dalam rangka menyambut bulan ramadhan, terdapat berbagai kategori aktivitas yang sudah umum di lakukan mulai dari membuat kesempatan berkumpul dengan keluarga, acara makan makan, mengunjungi sebuah tempat, mempersiapkan makan an, hingga saling memberika ucapan selamat. Mungkin jika pekerjaan yang bisa mendorong pada kesiapan melaksanakan kewajiban puasa selama sebulan penuh itu bisa di pandang hal baik, tetapi bagaimana jika justru hal itu sebaliknya.

Salah satu yang sekarang ini sudah membudaya di kalangan umat islam ketika datang bulan ramadhan, bukan di sambut dengan mempersiapkan diri untuk mengerjakan kewajiban. Tetapi justru perkara yang seakan mubah untuk di lakukan seperti salah satunya memperbanyak ucapan buka puasa jalan-jalan dan yang lainnya. Memang saling mengirim ucapan bukanlah perkara yang buruk untuk di lakukan apalagi jika bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan mengingatkan satu sama lain.

Ucapan Bulan Ramadhan

Namun jika penyambutan bulan ramadhan hanya sekedar di isi oleh hal-hal semacam itu, rasanya akan merasa kurang pas jika tidak di iringi dengan mempersiapkan diri oleh aktivitas yang lebih positif misalnya melancarkan bacaan niat, doa tarawih atau mempersiapkan amalan apa yang akan kita garap selama bulan ramadhan dan yang lainnya. Sehingga datangnya bulan ramadhan ini benar-benar di manfaatkan sebaik mungkin yang tidak hanya di isi oleh hiburan seperti mengirim ucapan ketika hati jenuh juga di isi oleh amalan baik.

Perlu di ketahui, saling mengirim ucapan ramadhan atau sahur dan berbuka puasa kepada teman sahabat dan orang terdekat lainnya, bukan hal yang buruk tetapi bukan juga kesunnahan. Mau di lakukan silahkan jika memang bisa membuahkan hal positif jika pun tidak, tidak apa apa. Namun memang budaya ini sekarang sudah menjadi hal umum di masyarakat karena mungkin fasilitas untuk melakukan hal tersebut semakin mudah di miliki serta bisa di operasikan dengan mudah oleh semua orang.

Apalagi dengan di dukungnya berbagai media sosial seperti fb facebook, wa whats app, twitter, bbm, instagram, line , sms dan lain sebagainya, sehingga memudahkan setiap orang untuk berinteraksi, misalnya saling mengirim kata mutiara ucapan ramadhan dan sebagainya dengan di jadikan status. Namun dalam mengirim ucapan tersebut di anjurkan berupa hal yang kiranya akan bermanfaat oleh orang banyak atau yang menerimanya, seperti doa, kata mutiara hikmah, motivasi puasa dan semisalnya jangan hanya kata kata lucu atau pantun yang tidak memiliki makna positif.

Serta sebaiknya mengirim kata ucapan ramadhan juga tertuju pada orang-orang yang kiranya bisa menerima dengan baik seperti sahabat atau teman, keluarga, kerabat, anak, orang tua ayah dan ibu serta orang terdekat lainnya jangan hanya mengirim kepada pacar atau kekasih saja karena takut menimbulkan sesatu yang bisa menggangu pada ibadah puasa yang sedang atau akan di jalani. Sebagai contoh ucapan ramadhan silahkan lihat di bawah ini.

Marhaban Ya Ramadhan
Selamat menunaikan ibadah puasa
Mohon maaf lahir dan batin
Jika Kalbu seputih awan jangan biarkan ia menghitam,
jika kalbu seindah bulan warnai ia dengan senyuman
Marhaban ya ramadhan

Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu.
Silahkan kesah, kau bukan takdirku
Mujahadah adalah temanku,
Dakwah adalah nafasku, dan Allah adalah kasihku
Puasa Ramadhan kembali menjelang, salah dan khilaf mohon dimaafkan
Selamat Menunaikan Ibadah puasa 1441 H

Semoga semangat Ramadhan bisa menerangi seluruh dunia
dan menunjukan kita cara untuk hidup damai dan harmonis
Semoga Allah memberikan berkat-Nya pada Anda selama bulan Ramadhan ini
Selamat menjalani ibadah puasa
Marhaban Ya Ramadhan

Matahari berdzikir
angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu
Semua menyambut datangnya malam Seribu Bulan
Marhaban yang ramadhan, Selamat beribadah puasa
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Kami Ucapankan Selamat Mejalankan Ibadah Ramadhan

Mencuci tangan di pinggir telaga
Pohon serumpun indah di tepiannya
Bulan suci Ramadhan hampirlah tiba
Mohon ampun maaf dipinta
Marhaban Yaa Ramadhan

Bila canda membuat tertawa
Hati bahagia wajah ceria
Maaf dipinta segala dosa
Sambut gembira puasa mulia
Selamat menjalankan ibadah Ramadhan 2020

Dia adalah satu satunya Tuhan
Sang Pencipta, Sang Pioner, Sang Pengatur
Dia adalah pemilik semua nama yang paling indah
Dia adalah Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana
Semoga Anda diberkati oleh Nya di Bulan Ramadhan ini
Marhaba Yaa Ramadhan

Mungkin hari-hari yang dilewati
telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupakann
Ada salah dan khilaf
ada dosa yang mengikuti perjalanan hari-hari itu
Agar tak ada sesal, tak ada dendam
Mari kita sama-sama sucikan hati, diri dan jiwa kita
Setulus Hati memohon keridhoan maaf
Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga Amal Ibadah Kita Di Terima

Embun suci di pagi hari
Hati yang bersih kan lahir kembali
Bulan ramadhan t’lah menanti
Bersihkan diri menghadap Ilahi
Mohon maaf atas segala khilaf yang ada
Selamat menunaikan ibadah puasa
Marhaban Yaa Ramadhan

Segelas Perawatan
Sebuah piring Cinta
Sesendok kedamaian
Sesendok kebenaran, dan
Semangkok doa
Campur dengan bumbu dari Quraan
Kami Ucapakan Marhaban Yaa Ramadhan 1441 H 2020

Dosa-dosa kecilku padamu
Kalau ditumpuk bisa jadi besar
Kebaikan-kebaikan kecilmu padaku
Kalau ditumpuk hutang budiku besar
Sahabat satu pintaku di bulan suci ini,
Maafkan segala dosaku dan
Jangan berhenti jadi sahabatku
Marhaban Yaa Ramadhan

Anak melayu mengail ikan.
Perahu berlabuh ditengah lautan.
Sambil menunggu datangnya ramadhan
Jari ku susun mohon ampunan
Ramadhan 1441 H 2020

Bulan suci Ramadhan, Untuk semua Muslim telah dimulai
Berdzikirlah memuji Allah di sepanjang hari
Dari fajar hingga senja kita berpuasa dan berdoa
Membayar zakat (sedekah) untuk mereka yang membutuhkan
Berusaha keras untuk melakukan perbuatan baik
Semoga Bulan Ramadhan ini menjadi bulan yang indah buat Kita

Ada waktu dimana engkau akan merasa sangat sedih
Mengingat semua dosa yang telah dilakukan
Menyadari hari berlalu sebagai orang yang merugi
Ketahuilah Allah selalu membuka pintu maaf
Kepada siapa saja yang mencarinya
Selamat menjalankan ibadah Puasa
Marhaban Ya Ramadhan

Gersang bumi tanpa hujan
Gersang akal tanpa ilmu
Gersang hati tanpa iman
Gersang jiwa tanpa amal
Marhaban yaa ramadhan

Senja Berdzikir
Saat Fajar Bertasbih Daun Berguguran Memuji Keagungan-Mu
Semua menyambut datangnya Ramadhan
Penuh dengan kebahagiaan
Selamat datang Ramadhan
Selamat Menjalankan ibadah puasa
Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Kembang melati sungguh indah.
Di tengah halaman jadi hiasan.
Harum ramadhan tercium sudah.
Salah dan khilaf mohon dimaafkan
Marhaban Yaa Ramadhan
Selamat Bribadah Puasa Di Tahun 1441 H 2020

Kata kata di atas bisa di jadikan sebagai ucapan ramadhan untuk tahun ini, silahkan sebar dan bagikan atau jadikan gambar dp profil di setiap medsos, dan jangan lupa gunakan semuanya secara bijak silahkan di ambil lalu simpan untuk nanti di bagikan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila memang pembahasannya kurang memenuhi keinginan para pembaca semua namun jangan lupa lihat juga semua yang berkaitan dengan kata kata mutiara puasa ucapan menyambut bulan suci ramadhan 2020 lucu untuk teman buat pacar di facebook bahasa in english sunda jawa kareem dan yang lainnya.

Keputusan Sidang Isbat Puasa Ramadhan Tahun 2020 Jatuh Pada Tanggal Berapa Hijriah

Keputusan Sidang Isbat Puasa Ramadhan 2019 Jatuh Pada Tanggal Berapa Hijriah - Penentuan awal bulan ramadhan tidak bisa ditentukan begitu saja tanpa melihat dulu keberadaan hilal yang pasti akan selalu di lakukan oleh para intansi dari pihak kemenag kementrian republik indonesia yang di bantu para ahli dari tiap ormas agama islam yang memiliki kemampuan khusus dalam bidang tersebut serta pengerti terhadap ilmu penentuan hilal dan lain sebagainya, baik itu para ustadz atau kiyai.

Apabila memang melihat dari kalender hijriah yang sudah beredar di kalangan umat islam, penentuan dari awal puasa ramadhan jatuh pada tanggal Hari Jum'at 24 April 2020 1441 H Tapi dalam penentuan tanggal ibadah seperti di bulan ramadha tanggal yang sudah beredar tidak bisa menjadi panduan sepenuhnya sebab kebeadaan hilal bisa berubah, sehingga perlu di lihat tersebih dahulu di sore hari sebelumnya. Sehingga alangkah baiknya jika umat islam sabar menunggu kapan di mulainya tanggal 1 ramadhan yang akan di umumkan secara resmi pada sidang isbat.

Dalam penentuan awal tanggal bulan hijriyah yang di gunakan oleh umat islam di kategorikan terhadap dua cara yang pertama dengan cara rukyatul hilal dan yang ke dua dengan cara hisab. Rukyatul hilal yaitu metode yang di lakukan dengan cara melihat hilal yang di gunakan atau jadi pegangan di kepemerintahan indonesia sedangkan hisab yaitu metode penghitungan yang di gunakan oleh sebagian kalangan umat islam. Kedua metode ini di anggap sah untuk menentukan penanggalan hijriyah karena sama-sama memiliki dalil yang cukup kuat.

Keputusan Sidang Isbat Puasa Ramadhan 2020 Jatuh Pada Tanggal Berapa Hijriah

Seperti yang sudah di paparkan di atas, apabila hilal telah terlihat di berbagai titik yang sudah di tentukan maka pihak kemenag akan langsung memutuskan masuknya awal ramadhan melalui sidang isbat yang di hadiri oleh berbagai kalangan ormas dari kalangan umat islam serta akan di siarkan langsung oleh semua stasiun televisi baik lokal atau nonlokal bahkan akan langsung di sebar lewat media sosial dan wbsite-website resmi, sehingga masyarakat bisa dengan mudah langsung mengetahuinya.

Motode seperti ini tidak hanya di lakukan saat menentukan awal puasa ramadhan saja tetapi juga ketika akan menentukan tanggal 1 syawal atau idul fitri bahkan untuk jadwal imsak ramadhan 2019 dan yang lainnya. Apabila ingin mengetahui lebih lanjut silahkan cermati semua yang ada pada keputusan hasil sidang isbat puasa ramadhan 2019 jatuh pada tanggal berapa hijriah pemerintak detik versi muhammadiyah mui dan yang lainnya.

Kata2 Ucapan Selamat Untuk Berbuka Puasa 2020 Lucu Buat Pacar Islami

Kata2 Ucapan Selamat Untuk Berbuka Puasa 2020 Lucu Buat Pacar Islami - Ucapan buka puasa merupakan salah satu aktivitas yang sudah umum di lakukan oleh orang-orang di bulan ramadhan ketika akan datang waktu berbuka. Tujuannya selain memberikan semangat uga agar waktu tersebut lebih terasa spesial. Bahkan saat buka puasa menadi waktu yang paling di tunggu-tunggu oleh segenap umat islam.

Maka dari itulah berbuka puasa ini termasuk waktu yang paling spesial saat bulan ramadhan, sehingga dengan begitu berharganya tak jarang dari orang-orang menyambutnya dengan rasa suka cita dan penuh kegembiraan yang di gambarkan berbagai aktivitas, mulai dari acara bermain atau populer dengan sebutan ngabuburit, nongkrong di tempat-tempat khusus, menyiapkan aneka menu takjil untuk berbuka hingga berbagai hal.

Namun ada satu hal yang sangat menarik orang-orang lakukan yaitu saling mengirim kata-kata ucapan buka puasa lewat media sosial seperti halnya facebook, bbm, twitter, pesan singkat, instagram serta medsos lainnya. Ucapan tersebut biasanya di kirim kepada seseorang yang di spesialkan seperti kekasih atau pacar, istri, suami, kerabat, teman, anak, ayah, ibu serta sanak saudara lainnya.

Kata2 Ucapan Selamat Untuk Berbuka Puasa 2020 Lucu Buat Pacar Islami

Yang mana kebanyakannya berisikan berbagai kata motivasi, doa, berisikan hikmah, pujian, pantun, kocak dan lucu. Bahkan bahasa yang di gunakanpun sangat bervariasi mulai dari bahasa jawa, sunda, inggris, jepang hingga bahasa arab, hal ini di lakukan bukan hanya agar saat berbuka puasa lebih terasa bermakna tetapi juga untuk menarik perhatian orang-orang terdekat.

hunger, keep saliva dripping lust. Fortunately there beside my beloved darling can accompany me to endure hunger and lust. Let's iftar

menahan lapar, Air Liur menetes menjaga nafsu. Untung di sampingku ada kekasihku sayang yang bisa menemaniku untuk menahan lapar dan nafsu. Mari Berbuka

Happy Break Fasting, hope our fasting today gets kindness.

Selamat Berbuka Puasa, semoga puasa kita hari ini mendapatkan kebaikan

I opened my heart sincere smile
I sent through sincere prayer
Much for you there
Hopefully, in the shadow of his healthy
Congratulations iftar,,, my Love

Senyum ikhlas hati kubuka
Kukirimkan lewat tulus do'a
Untukmu yang jauh disana
Semoga sehat dalam lindungan-Nya
Selamat berbuka puasa,,, Cintaqu

Nothing more than a delicious meal during Ramadan
Enjoy the iftar meal.

Tiada makan yang lebih nikmat dari saat berbuka puasa
Selamat menikmati hidangan berbuka puasa.

I miss your voice. Though I know not so melodious. And finally now I'm calm. Because I've listen your voice .. adzaner. Because it means breaking fast has arrived .. safe breaking of the fast.

Aku kangen dengan suaramu. Walaupun aku tahu tak begitu merdu. Dan akhirnya kini aku tenang. Karena ku telah mendengar suaramu.. wahai tukang adzan. Karena itu artinya buka puasa telah tiba.. selamat berbuka puasa

Immediately break fasting when you hear adzan maghrib, eat, and don't forget to Sholat.

Segeralah berbuka puasa ketika kamu mendengar adzan maghrib, makan, dan jangan lupa untuk Sholat.

was pulsing loud Bedug from Mosque
the time for iftar time
Safe breaking fast yes .. Enjoy Iftar menu ..

telah berkumandang dengan keras Bedug dari Mesjid
tiba saatnya waktu berbuka puasa
Selamat berbuka puasa ya.. Selamat menikmati menu buka puasa..

Do not forget to pray before eating,
afrer full say Alhamdulillah,
Happy iftar I said,
for you with my deepest heart :D

Jangan lupa berdo'a sebelum makan,
Sudah kenyang ucapkan Alhamdulillah,
Selamat berbuka puasa kuucapkan,
Untukmu dari lubuk hati yang paling dalam :D

Bedug dusk accompanied Dani,
Sounded so lovely,
With a smile from my heart I said,
Safe breaking fast

Bedug maghrib diiringi azhan,
Terdengar begitu merdunya,
Dengan senyum dari hati kuucapkan,
Selamat berbuka puasa

Maghrib Adhan has reverberated
it was time to break the fast
Welcome to break the fast my Friend

Adzan Maghrib telah berkumandang
tiba saatnya waktu berbuka puasa
Selamat berbuka puasa temanqu

Bahkan jika kita sadari, ucapan buka puasa dalam bahasa inggris ini memiliki makna yang begitu berarti yaitu untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama, sebab dengan adanya komunikasi dengan berbagai ragam cara seperti hal tersebut, maka orang yang jauhpun akan terasa dekat, serta akan mampu menumbuhkan rasa solidaritas yang tinggi, maka dengan begitu alangkah baiknya jika kitapun melakukannya.