Artikel Tentang Amalan-Amalan Sunnah 10 Hari Pertama Di Bulan Dzulhijjah

Kedatangan bulan dzulhijjah sebagai bulan istimewakan, tentu membuat banyak umat islam merasa gembira dengan kehadirannya apalagi dzulhijjah ini tidak hanya menjadi bulan di unggulkan tetapi juga di dalamnya memiliki banyak keistimewaan serta keunngulan yang tidak ada di bulan lainnnya, seperti contoh adanya penyembelihan hewan qurban.

Namun selain itu juga bulan dzulhijjah ini memiliki keutamaan-keutamaan lebih, jika di isi dengan amalan-amalan sunnah bahkan beberapa keterangan menyebutkan amalan tersebut di bulan dzulhijjah memiliki pahala lebih besar contoh seperti Puasa idul adha yang di sebut dengan puasa arafah dan tarwiyah

Amalan-amalan tersebut akan menjadi salah satu sarana yang baik untuk berinteraksi antara hamba dengan tuhannya, yang mana nantinya selain lebih bisa mendekatkan dirinya kepada allah tetapi juga akan mendapatkan kasih sayang rahmat dan ridhanya yang mana hal tersebut akan membawa dia kepada surganya allah.

Seperti halnya di bulan dzulhijjah yang mana termasuk bulan yang di dalamnya memiliki amalan-amalan sunat yang di utamakan, yang mana amalan tersebut jika mampu melaksanakannya akan mendapatkan pahala yang begitu besar. Di antara amalan tersebut misalnya seperti.

Amalan-Amalan Sunnah 10 Hari Pertama Di Bulan Dzulhijjah

1. Puasa idul adha, yang sering di sebut dengan puasa arafah dan tarwiyah yaitu pada tanggal 8 dan 9 dzulhijjah

2. Melaksanakan ibadah haji dan umrah bagi orang yang sudah mampu

3. Menyembelih hewan qurban yang di laksanakan mulai dari lebaran idul adha

4. Memperbanyak amal shaleh

5. Menghindari hal yang maksiat

6. memperbanyak membaca takhbir dan dzikir terutama pada waktu yang telah di tentukan

7. DLL.

Kesemua amalan bulan dzulhijah di atas, sebaik-baiknya di lakukan dengan sungguh-sungguh, terutama puasa, sebab ibadah puasa tersebut sangat murah tidak memerlukan modal sehingga sangat ringan di laksanakan, fadhilah yang akan di dapatkannya begitu besar seperti di ampuninya dosa selama dua tahun, yaitu yang lalu dan yang akan datang serta yang lainnya. Bukan berarti yang lainnya tidak di utamakan tetapi untuk qurban dan ibadah haji tidak mungkin semua orang bisa melakukannya setiap tahun, mengingat perekonomian setiap orangnya berbeda-beda.